Menurut Kantor Berita Internasional Ahlulbait – ABNA - Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Ayatollah Sayyid Ali Khamenei mengatakan rezim Zionis ditakdirkan untuk dibasmi, sementara semangat perlawanan terus ada. Ayatullah Khamenei menyampaikan pernyataan tersebut pada pertemuan dengan ribuan wanita Iran dari berbagai lapisan masyarakat di Imam Khomeini Hussainiyah Teheran, yang diadakan pada hari Selasa, 17 Desember, bertepatan dengan hari wiladah kelahiran Fatimah Zahra s.a.
Ayatullah Khamenei menguraikan beberapa aspek keberadaan putri Nabi sebagai fenomena luar biasa di alam ciptaan.
Di bagian lain dalam sambutannya, Pemimpin Iran ini menyampaikan berbagai sudut pandang mengenai wanita dan piagam Islam tentang masalah ini. Ia juga mendedikasikan sebagian pidatonya untuk membahas beberapa poin tentang situasi regional, dengan mempertimbangkan keadaan terkini di kawasan tersebut, khamenei.ir melaporkan.
Pemimpin Iran ini menyoroti isu-isu regional, upaya perlawanan, dan situasi di Suriah. Ia menunjukkan bahwa tindakan yang diambil di Suriah, ditambah dengan kejahatan yang dilakukan oleh rezim Zionis dan Amerika Serikat, yang didukung oleh dukungan dari entitas lain, telah menyebabkan musuh secara keliru percaya bahwa gerakan perlawanan telah dikalahkan. Namun, ia menekankan bahwa ini adalah kesalahan besar di pihak mereka.
Ayatullah Khamenei menekankan bahwa semangat Sayed Hassan Nasrallah dan Sinwar tetap hidup. "Tubuh mereka telah pergi, tetapi kesyahidan tidak menghapus keberadaan mereka. Semangat dan ide-ide mereka tetap ada, dan jalan mereka terus berlanjut," ungkapnya.
Mengacu pada keteguhan Gaza dalam menghadapi serangan harian kaum Zionis dan perlawanan yang terus berlanjut di Lebanon, Pemimpin Besar tersebut menyatakan, "Rezim Zionis yakin bahwa mereka tengah mempersiapkan diri melalui Suriah untuk mengepung dan melenyapkan Hizbullah di Lebanon, tetapi Israel-lah yang akan tercabut."
Ia menekankan keteguhan Iran dalam berdiri di samping para pejuang Palestina dan Mujahidin Hizbullah, menegaskan kembali dedikasi negara tersebut untuk memberikan dukungan dan bantuan yang berkelanjutan. Ia berharap akan tiba saatnya para pejuang akan melihat musuh jahat diinjak-injak di bawah kaki mereka.